Moskow - Rusia menghapuskan dua zona waktu, dalam upaya untuk meningkatkan waktu kerja, produktivitas industri dan komunikasi di negeri yang luas itu.
Negara yang memiliki daratan yang panjang, ini sebelumnya punya 11 zona waktu yang berbeda. Pekan lalu, Presiden Medvedev memerintahkanuntuk mengurangi jumlah zona waktu.
Dia mengatakan,
perubahan pada jadwal Rusia dapat membantu untuk memberi nafas kehidupan baru dalam kegiatan bisnis. "Ini mungkin juga dapat membantu memperkuat posisi Rusia sebagai jalur dalam infrastruktur informasi global."
Perubahan ini akan mempengaruhi dua wilayah Rusia Eropa dan tiga wilayah di Siberia. Warga Rusia, yang tinggal di sana akan bisa menahan diri karena jarum jam harus diundurkan beberpa jam sebelumnya, sehingga mereka dapat 'mengejar' dengan zona waktu tetangga mereka.
Rusia, adalah negara terbesar di Bumi, yang meliputi luas 10,6 juta kilometer persegi. Pendukung perubahan zona waktu ini mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Cina mampu berkomunikasi secara efektif karena jumlah zona waktunya yang lebih kecil.
Mereka berpendapat bahwa sejumlah besar zona waktu yang berbeda membuat perjalanan dan komunikasi antara masing-masing kota tidak efektif dan praktis. Namun banyak orang Rusia menentang.
Sebuah petisi melalui online melawan perubahan zona waktu di wilayah Samara dan telah menarik 12.952 tanda tangan dalam seminggu terakhir ini. Petisi ini, salah satunya berpendapat bahwa perubahan zona waktu akan mewujudkan kegelapan dimulai pada saat makan siang di beberapa bagian utara negara itu.
Yo...Ayo Baca Lagi...
Label: Internasional

Dalam rangka mengamankan kunjungan Presiden AS Barrack Obama ke Indonesia, 300.000 personel AS armada ke-7 didatangkan ke Batam dan Bali. Hal itu pun dinilai suatu bentuk arogansi karena AS nampak tak percaya dengan pengamanan TNI.
"Satu bulan yang lalu sudah mendatangkan 300.000 yang dari pengamanan armada ke-7 yang kemudian di Batam dan Bali. Itu adalah satu bentuk arogansi," kata Jenderal (purn) TNI Tyasno Sudarto dalam sebuah acara diskusi bertema "Menolak Obama" di Wisma Antara, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (16/3/2010).
Selanjutnya menurut Tyasno, sikap AS itu telah menyakiti kedaulatan bangsa Indonesia. Walaupun peniriman pasukan tersebut merupakan program tetap pengamanan dari AS, tapi hal itu harus disesuaikan dengan Indonesia.
"Kalau mereka katakan tidak mampu, ya bagaimana? Berarti tidak percaya kalau datang ke Indonesia aman," tukasnya.
Tyasno menegaskan Indonesia harus mampu mengamankan Obama. Kalau memang Obama tidak yakin dengan pengamanan TNI, seharusnya Obama tidak perlu datang ke Indonesia.
"Kenapa dia perlu datang kalau dia tidak mau diamankan oleh TNI. Ini masalah kedaulatan dan harga diri kita," tukasnya.
Yo...Ayo Baca Lagi...
Label: Internasional
Jakarta - Pagi hari di Sabtu pertama Oktober 2005. Perwira piket di desk Asia markas besar Mossad di Tel Aviv menerima surat elektronik kilat dari agen lapangannya di Jakarta. Pesannya: Bali kembali diserang bom bunuh diri.
Informasi yang sampai begitucepat di markas besar dinas intelejen luar negeri Israel, Mossad, membuktikan satu hal, betapa efisiennya kerja mata-mata Mossad yang di tempatkan di Jakarta.
Dalam bukunya Gideon's Spies yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Pustaka Primata, Gordon Thomas menulis bahwa Mossad merekrut banyak sayanim di sejumlah negara, terutama negara Muslim atau mayoritas penduduknya Muslim.
Sayanim adalah orang Yahudi yang tinggal di suatu negara yang secara sukarela memberikan informasi kepada Mossad. Sejarah keberadaan keturunan Yahudi di Indonesia dimulai sejak Belanda menjajah negeri ini.
Bom Bali kedua itu, menurut Thomas, adalah hasil rancangan Azhari Husin (Thomas tidak menulis tokoh teroris asal Malaysia itu dengan Azahari, seperti kebanyakan media di sini menulisnya).
Segera setelah kejadian itu, Dinas Intelejen Inggris, MI5, mengonfirmasikan bahwa Mustafa yang misterius dan dicari-cari karena peranannya dalam pengeboman di London adalah Azhari Husin. Azhari disebutkan sempat ke London untuk merekrut sendiri sukarelawan bom bunuh diri itu.
Bahkan dia diperkirakan masih ada di London ketika bom meledak, sebagaimana kebiasaanya selama ini 'menikmati' efek kehancuran yang ditimbulkan oleh racikan bomnya.
Luar biasa betul Azhari ini jika memang dia sempat jalan -jalan ke London selama pengejaran yang dilakukan polisi Indonesia. Pantaslah jika ia licin bak belut. Melintasi benua yang ribuan kilometer jauhnya dengan melewati banyak pemeriksaan keamanan untuk memastikan keabsahan paspor palsu yang dia pakai, bukanlah pekerjaan mudah.
Kembali ke Mossad, dinas mata-mata ini mengakui, seperti ditulis Thomas, tidak membutuhkan ucapan terimakasih dari negara atau dinas intelejen yang dibantunya, tidak terkecuali ketika membantu Jakarta melumpuhkan Azhari di Batu. "Sanjungan bak pahlawan tidak punya tempat dalam bisnis kami," ujar mantan Direktur Operasi Mossad Rafi Eiten.
Agaknya karena itulah peranan Mossad dalam pengungkapan terorisme di Indonesia tidak pernah diketahui publik. Lebih kabur lagi adalah keberadaan agen lapangannya dan jaringan informan Yahudi ayanim yang bertebaran di Tanah Air.
Mossad memiliki sejuta cara untuk mendapatkan informasi, bahkan yang paling rahasia sekalipun dari lawan-lawannya. Lihatlah bagaimana mereka mendapatkan informasi mengenai kedatangan petinggi Hamas Mahmoud Mabhouh di Dubai. Dari informasi orang dalam itulah, Mossad membunuh komandan Hamas itu.
Tidak itu saja, menurut Thomas, Mossad adalah dinas mata-mata yang paling mengetahui agen-agen dari negara mana saja yang berada di sekitar hotel Putri Diana di Prancis beberapa saat sebelum kematiannya.
sumber : inilah
Yo...Ayo Baca Lagi...
Label: Internasional

ZURICH | DNA - Federasi sepakbola dunia FIFA melalui perusahaan Global Brands Group, GBG meminta perusahaan pembuat boneka maskot Piala Dunia asal Cina, Shanghai Fashion Plastic Product SFPPC untuk menghentikan produksinya sampai ada peningkatan kondisi pekerja.
Permintaan penghentian ini dilakukan setelah serikat pekerja Afrika Selatan mengancam akanmemboikot pelaksanaan Piala Dunia setelah pemberitaan koran News of the World melaporkan, kalau para pekerja pembuat maskot Piala Dunia di Shanghai dipaksa bekerja dengan kondisi yang menyedihkan.
GBG mengatakan sebuah inspeksi audit di pabrik pembuatan menemukan adanya sejumlah bukti yang menunjukkan pekerjaan pembuatan maskot tidak sesuai dengan petunjuk dasar bagi kontraktor FIFA.
Tapi tuduhan ini dibantah SFPPC, seorang juru bicara perusahaan ini mengatakan mereka telah melakukan banyak perubahan setelah kunjungan GBG sebulan lalu, dan mereka menunggu inspeksi berikutnya untuk mendapat persetujuan atas kemajuan yang dicapai.
''Kami adalah salah satu perusahaan terbaik di Cina terkait dengan lingkungan pekerjaan, gaji dan menaati peraturan. Kami jelas sesuai dengan standar Cina,'' katanya.
''Kami juga sangat senang untuk mendapatkan saran dari GBG untuk membuat kemajuan guna mencapai standar internasional''.
Lebih jauh perusahaan ini menduga kalau mereka adalah korban dari sistem politik di Afrika Selatan.
''Tuduhan kalau kami menggunakan pekerja anak, gaji yang sangat rendah dan kondisi kerja yang buruk adalah tak mendasar''.
''Tapi dalam kenyataannya sistem penggajian dan kondisi kerja di Cina memang tidak bisa bersaing dengan apa yang ada di Inggris atau Singapura'', kata juru bicara perusahaan yang enggan menyebutkan nama tersebut.
Penghentian produksi untuk ajang olahraga bagi perusahaan Cina bukanlah yang pertama.
Pada tahun 2007 pelaksana Olimpiade Beijing pernah melarang sebuah perusahaan di Dongguan untuk membuat barang dagangan untuk ajang itu setelah diketahui mempekerjakan buruh anak-anak.
Yo...Ayo Baca Lagi...
Label: Internasional
![]()
Kedatangan Presiden AS Barrack Obama ke Indonesia 20-23 Maret nanti, ditolak mayoritas umat Islam, baik kalangan ulama, ormas Islam dan mahasiswa.
Beberapa hari yang lalu, di Asrama Haji, Jalan Sukolilo, Surabaya, Ahad (7/3/2010), seribu Ulama se-Jatim sepakat menolak rencana kedatangan Presiden Obama ke Indonesia. Penolakan ini sebagai bentuk protes atas tindakan AS yang menganiaya umat Islam di seluruh dunia. Para ulama dan pimpinan pondok pesantren ini bersepakat bahwa Obama adalah simbol dari kekejaman dunia barat terhadap umat Islam. Dunia barat hingga saat ini masih terus aktif menyiksa dan membunuh Islam di seluruh dunia.
Mengapa umat Islam mayoritas tidak menginginkan Obama menginjakkan kakinya di Indonesia? Ketua Gerakan Persaudaraan Mislim Indonesia (GPMI) Sumargono mengatakan, umat Islam tidak menyukai Presiden AS Obama karena hingga kini masih menjalankan garis politik memusuhi umat Islam di berbagai belahan dunia.
“Selama kebijakan AS tetap memerangi umat Islam, pimpinan negara tersebut tidak akan pernah disenangi umat Islam,” katanya.
…Selama kebijakan AS tetap memerangi umat Islam, pimpinan negara tersebut tidak akan pernah disenangi umat Islam…
“Kami tetap menolak kedatangan Obama ke Indonesia karena Obama adalah pemimpin sebuah negara penjajah dan Indonesia adalah negeri yang anti penjajahan. Dia membiarkan pemboman di Irak dan Afghanistan yang kini terus berlangsung,” kata juru bicara HTI, Ir H Ismail Yusanto, Selasa (9/3/2010).
…HTI menolak kedatangan Obama ke Indonesia karena Obama adalah pemimpin sebuah negara penjajah, sedangkan Indonesia adalah negeri yang anti penjajahan….
Sumargono menambahkan, penampilan Obama diakui sedikit lebih lunak dibanding pendahulunya George W Bush yang selalu menampilkan muka perang. Tapi garis kebijakannya terhadap umat Islam hampir sama saja.
Senada itu, Dja’far Umar Thalib, mantan Panglima Laskar Jihad mengatakan, selama AS masih menerapkan standar ganda dalam kebijakannya terhadap Israel dan negara Islam selama itu pula AS tidak akan disenangi umat Islam.
Hingga kini, katanya, AS masih tampil sebagai kekuatan kolonial yang selalu ingin menjajah umat Islam seperti di Iran, Pakistan, Afghanistan dan banyak negara lainnya.
Untuk mewujudkan penolakannya terhadap kedatangan Obama ke Indonesia, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berencana akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran menentang kedatangan Obama di Jakarta pada 19 Maret mendatang. Diperkirakan, aksi itu akan diikuti puluhan ribu massa (mahasiswa, ulama dan aktivis ormas).
Ismail juga mempertanyakan, kalau ada orang yang menerima kehadiran Obama dengan alasan yang bersangkutan pernah tinggal dan mengenyam pendidikan di Indonesia serta nenek moyangnya disebut-sebut orang Indonesia, apa begitu istimewanya seorang Obama. Karena itu, kalau memang Indonesia sebagai negara yang punya komitmen dalam melawan teroris dan kejahatan kemanusiaan seharusnya begitu Obama mendarat di Indonesia, dia harus ditangkap.
“Obama tidak ada istimewanya. Kalau dia menghentikan invasi di Irak dan Afganistan itupun bukan sesuatu hal yang istimewa. Karena itu hanyalah sebuah kewajiban sebab yang dilakukan ketika invasi ke Irak tidak ada dasar hukum yang kuat. Jadi, itu normal-normal saja,” jelasnya.
Sementara itu, ulama Sumatra Barat, Prof Dr Duski Samad mengatakan, aksi-aksi demo menyambut kedatangan Obama, hal itu sah-sah saja. “Demo itu juga penting sebagai bentuk tekanan. Jangan sampai semua umat Islam `melempem`. Demo bagian dari demokrasi, yang penting jangan keluar dari koridor atau anarkis,” kata Duski di Padang, Senin (8/3/2010).
Menurutnya, jika Obama tetap datang ke Indonesia, maka kunjungan Obama ke Indonesia itu harus dimanfaatkan tokoh Islam untuk mengomunikasikan Islam damai dan toleran.
“Kita berharap pemerintah bisa memprakarsai pertemuan tokoh-tokoh Islam dengan Obama, sehingga tokoh-tokoh Islam bisa memperkenalkan tentang Islam yang `rahmatan lil alamin` kepada Obama,” kata Duski.
Guru Besar IAIN Imam Bonjol Padang itu menekankan, pada saatnya Obama mendengarkan suara umat Islam. “Obama sejatinya bisa mendengarkan harapan dan penjelasan dari para pemimpin Islam bahwa Islam itu bukan teroris, seperti yang digambarkan mereka-mereka yang phobia terhadap Islam,” tegas Duski.
…pemerintah Indonesia juga perlu menegaskan kepada Obama untuk menekan Zionis Israel…
Ia menambahkan, sebagai negara yang didiami penduduk Muslim terbesar di dunia, pemerintah Indonesia juga perlu menegaskan kepada Obama untuk menekan Zionis Israel.
“Pemerintah Indonesia juga mesti menyampaikan pada Obama dan pihak Barat bahwa umat Islam itu sudah pada posisi yang sejajar, atau bukan lagi pada tingkat `second line`,” katanya.
Ba’asyir Siap Dialog face to face dengan Obama
Meski sepakat dengan penolakan rencana Obama menginjakkan kakinya di bumi pertiwi, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir menyatakan siap berdialog face to face dengan Presiden Barack Obama.
Bagi Ba’asyir, penolakan terhadap kedatangan Obama adalah suatu keharusan, karena hingga kini kebijakan negara adidaya itu masih memusuhi umat Islam di berbagai belahan dunia.
“Bagi umat Islam harus bersikap menolak kedatangan tamu yang jelas-jelas memusuhi umat Islam,” tegas Amir Jama’ah Anshorut Tauhid ini.
Ba’asyir mengatakan orang paling berperan dalam garis politik Amerika Serikat tiada lain adalah Yahudi. Amerika hanya menuruti kebijakan Yahudi yang selalu menghalang-halangi berdirinya Khilafah bagi umat Islam di dunia.
…Jika diberi kesempatan bertemu Obama, Ba’asyir akan menyatakan seruan dakwah agar masuk Islam dan berhenti memerangi umat Islam….
Meski menyatakan penolakan yang keras, pimpinan Pondok Pesantren Ngruki Solo ini menyatakan siap berdialog dengan Obama jika dirinya diundang. Jika diberi kesempatan bertemu Obama, Ba’asyir akan menyatakan seruan dakwah agar masuk Islam dan berhenti memerangi umat Islam.
“Kami akan dakwahi Obama supaya masuk Islam dan berhenti memerangi Islam, karena dia mesti kalah nanti, mesti hancur. Saya juga akan dakwahi Obama supaya masuk Islam, kalau tidak maka dia di neraka tempatnya,” jelasnya kepada voa-islam.com di Jakarta, Ahad (7/3/2010).
Ba’asyir juga akan meluruskan pandangan keliru Amerika tentang Islam dan umat Islam yang kerap diidentikkan dengan terorisme.
“Saya ingin mengungkapkan tentang pandangan-pandangan umat Islam yang mestinya dipahami AS. Juga akan menjelaskan kepada Obama bahwa umat Islam itu bukan teroris. Saya akan mengingatkan Obama untuk tidak memusuhi negara-negara Islam juga gerakan-gerakan umat Islam,” imbuhnya.
…Kami akan dakwahi Obama supaya masuk Islam dan berhenti memerangi Islam, karena dia mesti kalah nanti, mesti hancur, kata Ba’asyir…
Jika Obama nekad menginjakkan kakinya di bumi pertiwi, Abu Bakar Ba’asyir siap dialog dengan Presiden Berack Obama. Namun, apakah Obama punya nyali?
[widi, taz/voa-islam]
Yo...Ayo Baca Lagi...
Label: Internasional

Los Angeles - Ajang Piala Oscar 2010 baru saja selesai digelar di Kodak Theater, Los Angeles, Amerika Serikat, Minggu (7/3/2010) malam waktu setempat. 'The Hurt Locker,' sukses menjadi jawara. Selain film tersebut, siapa saja pemenang lainnya? Ini daftarnya!
Best Picture
The Hurt Locker
Directing
The Hurt Locker-Kathryn Bigelow
Actor in a Leading Role
Jeff Bridges-Crazy Heart
Actor in a Supporting Role
Christoph Waltz-Inglourious Basterds
Actress in a Leading Role
Sandra Bullock-The Blind Side
Actress in a Supporting Role
Mo’Nique-Precious: Based on the Novel ‘Push’ by Sapphire
Animated Feature Film
Up-Pete Docter
Art Direction
Avatar-Art Direction: Rick Carter dan Robert Stromberg; Set Decoration: Kim Sinclair
Cinematography
Avatar-Mauro Fiore
Costume Design
The Young Victoria-Sandy Powell
Film Editing
The Hurt Locker-Bob Murawski and Chris Innis
Foreign Language Film
The Secret in Their Eyes (El Secreto de Sus Ojos)-Argentina
Makeup
Star Trek-Barney Burman, Mindy Hall dan Joel Harlow
Music (Original Score)
Up-Michael Giacchino
Music (Original Song)
The Weary Kind-Crazy Heart
Sound Editing
The Hurt Locker-Paul N.J. Ottosson
Sound Mixing
The Hurt Locker-Paul N.J. Ottosson dan Ray Beckett
Yo...Ayo Baca Lagi...
Label: Internasional

Seorang ulama resmi senior Saudi menyatakan bahwa halal untuk dibunuh bagi orang yang mengizinkan "Ikhtilat" antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya di lapangan pendidikan maupun pekerjaan.
Syaikh Abdul Rahmah Al-Barrak salah seorang ulama Saudi senior dalam pesannya yang disampaikan lewat situsnya, dengan tegas menyatakan bahwaHalal dan boleh dibunuh bagi orang-orang yang mengizinkan percampuran/ikhtilat antara laki-laki dan perempuan di lapangan pendidikan maupun pekerjaan, dan ia menyebut orang yang membolehkan hal ini adalah Kafir dan telah murtad dari Islam.
Syaikh Al-Barrak juga mengecam seseorang yang membiarkan saudara perempuannya atau istrinya untuk bekerja dan belajar di tempat yang terjadi ikhtilat, dia menganggap orang tersebut tidak memiliki rasa kecemburuan.
Pernyataan ulama resmi senior ini tentu saja akan menimbulkan polemik berkepanjangan, sebelumnya seorang anggota dari dewan ulama senior Saudi - Syaikh Dr. Saad bin Abdul Aziz bin Nassir Shitri terpaksa harus dipecat dari posisi sebagai ulama senior, karena berani secara terang-terangan mengecam pendirian kampus milik raja Abdullah Saudi, King Abdullah University of Science and technology (KAUST) yang membolehkan para mahasiswanya bercampur baur di ruang kelas maupun semua tempat yang ada dikampus super modern tersebut. KAUST sendiri secara resmi dibuka pada akhir bulan September tahun lalu.
Sumber: Era Muslim
Yo...Ayo Baca Lagi...
Label: Internasional